Membaca tabloid wanita yang dibeli istriku, aku tertarik akan sebuah artikel dari seorang artis ibukota yaitu "Hidayah itu Harus Di Jemput".

Mematahkan ideom selama ini "Belum dapat Hidayah" yang selalu menjadi alasan jika seseorang belum menjalankan syariah sesuai dengan norma yang di ajarankan dalam Al Quran, membuat kalimat "Hidayah itu Harus Di Jemput" menjadi penerang hati saya sendiri.

Pada dasarnya setiap manusia mendapatkan Hidayah dari Allah SWT, tetapi untuk mendapatkannya manusia harus membuka hatinya untuk mendapatkannya. Masalahnya apakah membuka hati itu bagian dari hadiah Hidayah dari Allah SWT ???.

Sama seperti cinta bertepuk sebelah tangan, apakah Allah SWT akan memberikan perhatiannya jika umat Nya melupakan Nya .. ?

Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.

Sekarang bagi saya sendiri adalah berusaha mencharge semangat pada diri saya sendiri untuk mengejar semua amalan-amalan yang belum saya kerjakan dan lebih meningkatkan lagi amalan-amalan yang sudah saya kerjakan.

Semoga Allah SWT melimpahkan Hidayah Nya bagi saya dan keluarga saya.