Hari ini bersama teman-teman dari Laboratorium RS Pertamina Balikpapan, mancing bersama ke teluk Balikpapan sekitar 9 sd 11 mil laut saja.
Kebanyakan masih pemancing pemula, seperti Setyo, Agus dan Siti, tetapi akhirnya dua pria tadi menjadi gila mancing karena acara ini.
Untuk Bunga pun ini yang pertama kalinya dia pergi Mancing ke laut seharian

Kami berangkat dari Kampung Baru dengan kecil saja yang cukup untuk 7 orang.
Cuaca rintik-rintik mengiringi perjalanan kami sampai akhirnya kami sampai di spot mancing. Tujuan mancing kali ini adalah ngeracunin orang Lab biar ada refreshing dan mencintai olah raga memancing.
Ikan yang didapat kecil-kecil karena semuanya memancing dasar.

Hari ini aku mancing sama para maniaknya, yaitu Argo dan teman-teman dari Eng Dept.
Target kali ini adalah BONTANG, perjalanan sekitar 5 jam kearah utara Balikpapan. Kita ke Bontang karena mengincar ikan Kurisi, Amber Jack, Dog Tooth Tuna dan beberapa ikan lain yang tidak ada di perariran Balikpapan.

Perjalanan di mulai dari Black Bass Fishing Shop di tempatnya Argo hari Jumat malam jam 11:00, dan sekitar jam 1:00 kami stop sebentar di Samarinda untuk makan malam atau makan pagi (udah engga jelas ... ). Yang pasti kami akan mancing dari Sabtu pagi dan kembali hari Minggu siang atau sore alias 36 jam mancing di laut.
Kapal yang kita gunakan kali ini adalah kapal yang sangat nyaman, yaitu kapal milik H. Ismail. Aku pikir kapal ini adalah kapal yang terbesar yang ada di Bontang untuk pemancing dengan fasilitas yang lengkap (seperti toilet), dan juga ada dapur untuk menyiapkan makan bagi para pemancing.

Selain mancing dasar, kita juga melakukan teknik Jigging (metal jig) dan sebagai pembuka Heru mendapatkan 1 baracuda mungkin seberat 2 kg.
Arus sangat kencang pada waktu itu, sehingga untuk mancing dasar dan jigging sangat membutuhkan tenaga yang luar biasa. Pemberat yang aku pakai untuk mancing dasar sampai 300gr. Rasanya lebih berat bandul daripada ikannya ..Smile
Tapi kali ini yang paling sedih adalah hantu mancing kita yaitu kang Argo, 3 metal jignya terputus dihajar oleh Baracuda, padahal metal jig tersebut baru meluncur turun.
Aku menggunakan cumi karet tiruan yang berflourence ditambah dengan stick flour melakukan teknik slow jigging dan lumayan dapat kakap merah kecil (1kg)

Selesai mancing adalah jam 15:00 sore, semua box ikan penuh dengan ikan Kakap dan Tenggiri juga dengan beberapa ikan lain.
Walau kurang begitu puas karena beberapa ikan incaran tidak kita dapatkan, tetapi lumayanlah ....

Akhirnya TFC Total Fishing Club yang saya bidani di inagurasi.
Bersamaan dengan Ensamble Festival, kita buat acara Family Fishing Tournament, aslinya adalah Mancing Galatama Keluarga Besar Total E&P Indonesie.
Tempat pelaksanaan adalah di Kolam Mancing Galatama Sepinggan Pratama, yang berada di Perumahaan Sepinggan Pratama Balikpapan. 

Dengan ketua Panitia Argo, acara ini saya rasa lebih dari cukup disebut meriah.
Para peserta lebih dari 60 orang tetapi yang bisa bertandingn hanya 50 orang atau keluarga. Lihat saja semua lapak terisi penuh.
Suami, Istri beserta anak asyik memancing, ini yang membuat acara memancing keluarga menjadi seru....

Bunda sendiri berhasil memancing seberat total 13.5 kg dan ikan yang terberat yang didapat adalah 1.85kg, 
Lumayan lah ...

Oke yang pasti TFC sudah di resmikan dan kegiatan serta komunitas mancing di kantor semakin semarak dan yang penting adalah RESMI ... 

Bersama teman-teman dari Borneo Fishing Club, kami berangkat setelah subuh ke Handil.
Perjalanan sekitar 1.5 jam, melewati SENIPAH dan PECIKO Field, udara pagi asyik sekali selama perjalanan ke HANDIL.
Saya jadi teringat saat sering dinas ke SENIPAH dan HANDIL, pagi-pagi berangkat seperti saat ini dan naik BUS kantor.

Perahu yang kami tumpangi cukup besar, namun sayang bukan di peruntukan untuk pemancing, sehingga tempat duduk untuk pemancing tidak nyaman.
Selama perjalanan cuaca seru banget, hujan lebat dan panas silih berganti, dan spot mancing kami adalah Rig / Platform di Bekapai.
Menurut teori sih dengan hujan akan membuat ikan naik keatas karena permukaan laut kaya akan oksigen, tetapi hujan juga membuat spot mancing menjadi keruh.

Beberapa ikan dapat di tarik, saking hebatnya tarikan ikan GT (10kg)  membuat 1 Poping patah kailnya.
Sayang gelombang yang besar membuat kami memutuskan untuk pulang lebih cepat.