2006 April

Ini adalah tahun yang paling luar biasa, akihirnya aku bisa merealisasikan mimpiku dan papah untuk napak tilas saat aku kecil dulu, bolak-balik Jakarta Bali pakai jalan darat, alias nyetir sendiri.
Dulu waktu kecil saya lahir dan tinggal di Bali, saat liburan tiba, maka kita sekeluarga akan ke Jakarta dengan menggunakan mobil melalui jalan darat pulang pergi.
Suasana dan perjalanan itu membuat sebuah kenangan tersendiri, sehingga beberapa kali bapak saya merencanakan perjalanan itu kembali.

Inilah rute yang kami lewati
Perjalanan Pergi :

Jakarta - Tuban : Berangkat pagi hari setelah subuh, meluncur melalui Tol Jakarta - Cikampek langsung meluncir ke arah Cirebon. Kami sempatkan makan siang dulu setelah keluar kota Cirobon dan langsung menuju arah Semarang dan tiba di Tuban sore hari jam 18:30. Kami hentikan perjalanan untuk istirahat makan malan dan mencari penginapan untuk tidur dulu.
Tuban - Denpasar : Berangkat dari Tuban pagi hari setelah subuh melewati pinggiran kota Surabaya. Upss hampir kami salah keluar jalan tol, sehingga mobil sempat mundur di jalan tol untuk masuk ke rute yang benar menuju Gempol. Tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 10:30 kami masuk kota besar Pasuruan dan baru sadar kami belum makan pagi. Kami putuskan cari warung makan dan kami makan sete ala Pasuruan.
Perjalanan kami lanjutkan menuju Probolinggo dan kami melewati tebing di mana di bawahnya ada PLTU Paiton, sebuah pemandangan yang cantik sekali.
Dari Probolinggo kami meluncur cepat ke arah Ketapang dan sebelumnya melalui daerah pariwisata  Pasir Putih dan akhirnya tiba di Ketapang pelabuhan penyeberangan jam 12:30. Pelabuhan Ketapang seperti sebuah kilas balik dimana waktu aku kecil persis seperti Bunga, main kesana kemari di Fery dan melihat anak kecil mengejar uang koin yang dilempar penumpang. Wah .... sebuah kenangan terlintas kembali.
Oke ... sampai pulau Dewata di Gilimanuk, mobil langsung meluncur ke Denpasar dan sampai di Denpasar jam jam 18:30.
Ada sedikit kejadian khusus yang membuat saya tersenyum adalah Bunda makannya banyak bener, karena kelaperan kita melewatkan makan siang dengan alasan tidak lapar dan perjalanan sangat mengasikkan.

Di Bali kami tinggal selama 7 hari, karena ada acara pernikahannya de Boby (keponakan saya), dimana bapak dan ibu saya juga kakak saya datang dari Jakarta.
Tidak lupa kami sempatkan diri jalan ke Tanah Lot, Kintamani Danau Batur, Bedugul, Parasailing di Jimbaran.

Rute Pulang adalah sebagai berikut
Denpasar - Banyuwangi - Lumajang - Batu :  Berangkat agak siang sekitar jam 07:30 - Gilimanuk - Ketapang - Banyuangi - Jember dan makan siang di Lumajang, dilanjutkan ke Malang - Batu untuk istirahat,
Terus terang perjalanan pulang lewat selatan membuat badan lebih lelah, karena kita melewati pegunungan dengan kelak-keloknya yang luar biasa.
Dari Denpasar sampai tiba di Batu jam 18:30 aku sempat beristirahat sampai 3 kali.
Ada cerita lucu di Batu, kami cari penginapan dan tidak ada AC di hotel, kami cari yang ada AC nya dan baru sampai ke hotel ke 2 kami baru sadar bahwa Kota Batu ada di Pegunungan dan engga perlu ada AC karena udara sudah dingggiiiiin..... menggigil,

Batu - Madiun : Dari Batu kita kearah Kediri, tetapi tidak masuk Kediri karena kita naik ke Nganjuk dan masuk kota Madiun di siang hari jam 12:00
Kami bermalam di Madiun di tempat kak Irit sekaligus merasakan masakan pecel Madiun yang luar biasa.
Di Pasar Madiun aku melihat nasi Pecel dengan peyeknya yang segede Gaban cuman Rp 3.500,- dan makan Tahu Telor ber 7 cuman habis Rp 25.000,- itu pun sudah dengan teh es manis dan ada yang nambah..

Madiun - Yogyakarta : Besoknya jam 08:00 kami berangkat lagi dengan rute Madiun - Yogyakarta dan kembali bermalam di sini selama 2 hari, kami sempatkan pergi ke Borobudur, Psr Bringhardjo, Jln Malioboro dan mencari makanan khas.

Yogyakarta - Bandung : dan kami tinggal lagi 2 hari untuk sekedar keliling kota Bandung.
Setelah itu kami langsung kembali ke Jakarta

Perjalanan yang luar biasa dengan pengalaman yang luar biasa.. 3.350 km kita lalui selam 3 minggu dengan bonus kaki sedikit bengkak (hahaha enggak koq ).