Ini adalah Blind Traveler alias Got Lost Travelling ...
Baru kali ini berangkat tanpa perencanaan, hanya mengikuti kata hati ... (wow "kata hati").
Dari beli tiket pesawat, kemudian beli tiket Bus ke Toraja, cari mobil di Toraja, pokoknya semuanya "Go Show" alias, jalanin aja dan berangkat ...

Bagi Bunda, Makasar baru pertama kali dikunjungi, dan bagi saya ini airport Makasar terbaru yang baru saya kunjungi.
Karena kami mendarat pagi di Makasar dan bus ke Toraja baru berangkat jam 21:00 WITA, ini adalah kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat iconic di sini ...

Benteng Rotterdam

Pantai Losari

 

Tidak lengkap rasanya jika ke Makasar tapi tidak mencoba Coto Makasar ... berdasarkan petunjuk dari sopir taxi, Warung Coto Nusantara adalah tempat terbaik untuk merasakan Coto Makasar yang paling enak dan original.



Setelah melihat Pantai Losari dan Port Roterdam, ini lah bagian serunya ...
Perjalanan menuju Tanah Toraja dengan menggunakan Bus antar kota. Best of the best Bus yang melayanai rute ini adalah Bus Primadona, bisa mesan tiket melalui web site, dan bisa memilih fasilitas yang akan digunakan.
Kursi Reclyning (biasa), Kursi dengan alat pijat di punggung dan kaki (Wow..) ada TV di setiap kursi (Wow...)

 {05-Liburan_2017/0428_Toraja/03_Others/DSC00879.JPG}

Toraja

Kami menggunakan PO Primadona dengan bus Scania terbaru yang luar biasa empuk suspensinya.
Mau beli tiketnya, enggak kalah dengan Garuda, bisa lewat internet di http://primadonabus.com/ , keren kan
Setelah selesai jalan jalan di Makasar, kami menunggu di Perwakilan PO Primadona di Jln Perintis Kemerdekaan km13, dan tepat jam 09:00 bus datang, tapi hanya untuk memasukkan barang bagasi kami, karena untuk naik bus ini harus di terminal antar kota di Metro Makasar.
Serunya nunggu bus di Terminal karena banyak bus dengan klakson "Om Tolalet, Om".

Perjalanan sangat seru, karena Toraja ada di perbukitan, sehingga jalan yang berliku dan naik gunung, dengan pemandangan sawah, sangat luar biasa.
Juga beberapa kota di Sulawesi Selatan kami lalui, seperti Pangkep, Pare Pare,Pinrang, Enrekang  dan Makale.
Di Makale ada patung Lakipadada leluhur masyarakat Toraja

Bus tiba di Rantepao (Toraja Utara) sekitar jam 6:00 pagi ...
Kami di jemput pak Basri driver sekaligus pemilik kendaraan yang kami sewa dan dengan kebaikan hati beliau kami diajak mampir kerumahnya untuk sekedar istirahat, mandi, ganti baju dan minum teh panas. Ini adalah bagian yang paling penting untuk mencharge tenaga kami yang sangat lelah setelah perjalanan 10 jam dengan bus Primadona.
ps : Pak Basri pemilik kendaraan sangat saya rekomendasikan silahkan dihubungi di 0852-9950-3883

Kalimbuang Bori
Ini adalah situs batu Megalit yg masih terawat dengan baik dan tentunya ada makam / kuburan yang terbuat dari batu.


Jalan situs ini sangat indah, penuh dengan pemandangan sawah terbuka yang cantik sekali.
Dari Kalimbuang Bori kami selusuri jalan menuju Batutumongga


Londa : Pemakaman Batu

Salah satu tempat yg unik di Rantepao dan Toraja adalah kuburan didalam tebing batu. Banyak sekali lokasi pemakaman batu di Rantepao karena setiap lokasi dimiliki satu keluarga.


Datang ketempat ini ngeri ngeri sedap, karena tulang belulang jenasah di geletakkan terbuka, jadi kita masih bisa mengintip peti mati yang sudah rusak dengan jenasah di dalamnya

Negeri diatas awan : Lolai Lempe

Ahh .. lagi lagi kami disuguhi lukisan alam yang sangat indah di Toraja..
Kali ini kami berada dipeluk oleh awan di Lolai Lempe .... sungguh luar biasa pemandangan ini ...


Sebenarnya ada tempat yang kami pilih ini adalah lokasi yang tidak umum, lokasi yang terkenal hanya di Lolai, tetapi kami bergeser ke Lempe karena area disana masih virgin .. thanks buat pak Reski yang memberi bocoran tempat ini.


Tonkonan Kete Kesu

Bagian terakhir dari perjalanan ini adalah, kami pergi ke sebuah kampung dengan rumah tradisional Tongkonan di Kete Kessu.
Rumah di Toraja atapnya persis seperti perahu dibalik, koq sama seperti di Sumatera Utara dgn suku Batak ...


Dikampung tersebut juga ada makam didalam tebing, yang luar biasa ...
Luar biasa, karena sulit membayangkan meletakkan jenasah di tebing batu yang tinggi dan curam, wahhhh ...

 Makanan / Kuliner

Sangat jauh berbeda dari yang biasa saya dapati, ternyata makanan pokok di Toraja adalah nasi ketan, baik ketan putih atau ketan hitam. Dihari pertama, kami di suguhi makan pagi hanya nasi ketan dengan telur bebek rebus sebagai makanan khas di Rantepao atau Toraja yang disebut Sokko,  tapi kalau di Maros atau di Makasar disbutnya Songkolo dimana makannya ditemani parutan kelapa.
Juga ada Dangke, fermentasi susu sapi, kemudian bisa di goreng atau dimakan apa adanya


Hotel

Penginapan yang kami gunakan adalah Toraja Misiliana Hotel, dengan slogan "The Truth Toraja Spirit" kami rasa hotel ini bisa dan berhasil mempresentasikan Toraja dalam skala kecil ...
Hotel ini luas sekali dan landscapenya sangat bersih dan terawat ...
Best of the best hotel ini adalah landscape dengan miniatur tongkonan (rumah adat) di dalam hotel yang sangat luar biasa, amazing kata orang ...

Sayang waktu kami tiba, beberapa hari sebelumnya ada insident, jaringan telephone di hotel tersambar petir, sehingga telephone di kamar terputus, tapi itu tidak masalah, karena jika ingin memesan makanan cukup hubungi dengan telephone kita sendiri kedalam hotel.