Apa yang kita bayangkan tentang sebuah kota yang bernama Palu ... ?? , jawabannya adalah blank .. no idea .. , karena Palu tidak dikenal sebagai destinasi wisata, tourism dan tempat jalan-jalan.
Tapi raasa penasaran membuat saya melakukan studi kecil mengenai kota Palu dengan tempat wisatanya dan kulinernya ... dan yang paling utama adalah dukungan Traveloka memberi tahu harga tiket pada saat peak sesion 25 Des 2014 dapat terjangkau. Studi lain yang semakin meyakin saya adalah banyak Jaringan Hotel Nasional dan Internasional disana, seperti Swiss-Bell, Mercure dan Hotel Santika, berarti kota ini pasti mengasyikan

Disinilah perjalanan di mulai


Diawali dari Bandara Sepinggan, bandara kota tercinta yang sangat cantik dengan menggunakan Sriwijaya Air, kami langsung menuju kota Palu, perjalanan hanya memakan waktu 40 menit, enggak terasa, baru duduk sudah sampai ... hehehehe ..
Lihta kota Palu dari atas sangatlah cantik, sangat cantik ... Bandara Mutiara juga masih baru, walau tidak sebesar Sepinggan Airport, tapi baguslah ...

Hari 1 : Swiss-Bell Hotel Silae Palu
Hari pertama saya mendapatkan kesan yang bertolak belakang dari persepsi saya tentang kota Palu.
Ternyata kota Palu adalah kota yang ramah, penduduknya ramah, lalu lintas ramah, kendaraan berjalan santai, bahkan tidak pakai safetybelt juga tidak jadi masalah .. tapi bukan itu sih utamanya, tapi setiap bertemu simpang, semua kendaraan tidak ada yang egois, semuanya mengalah ... Oh iya ada masalah lain, yaitu banyak banget hewan ternak (sapi dan kambing) yang berkeliaran bebas merdeka di sepanjang jalan dan nyeberang tidak di zebra cross, hahahaha

Swiss-Bel Sialu Palu adalah hotel satu-satunya yang halaman belakangnya langsung ke pantai, sangat mengasyikan, jadi untuk motret sunrise ktia hanya duduk manis di coffe shop dan jadilah photo yang cantik tanpa capek ... haahaha dasar pemalas

NEX00041

Dan makan spesial di hari pertama adalah ....
KALEDO alias Kaki Lembu Donggala ...

Ini adalah makanan khas Sulawesi Tengah, terbuat dari Tulang Kaki Sapi, dengan kuah seperti sup, tetapi ada tekanan asam dari asam jawa ... sup bening dengan rasa asam mengguyur sumsum rasanya sangat luar biasa ... mantap dan makyussss ...
Kami makan ditempat terbaik yaitu di Kaledo Streo, tidak jauh dari Hotel ... harga perporsi Rp 50.000,-
Sedikit cerita lucu, dimeja makan ada disiapkan Benecal .. untuk lebih lengkap ulasan mengenai KALEDO bisa dilihat di link ini ...

 Jalan-jalan di kota Palu ada beberapa spot photography yang menarik .. seperti Jembatan 4 Palu dan Masjid Terapung

Hari 2 : Paralayang di Matantiwali - Palu
Hari kedua kita ke Matantiwali hanya berjarak 20 km kearah Selatan kota Palu, tempat ini adalah tempat para atlet Paralayang berlatih,
Untuk lebih detail bisa dilihat ceritanya di link disini

A7700079 Screenshot 2014-12-27-20-13-59 Screenshot 2014-12-27-21-57-22

Hari 3 : Pantai Tanjung Karang - Donggala
Hari ketiga kita main ke Pantai Tanjung Karang di Donggala, kurang lebih 40 km kearah utara dari kota Palu.
Pantai disini pasirnya sangat putih, dan yang luar biasa adalah airnya beninggggg banget ...
Untuk serunya bisa lihat di artikel disini ..
A7700289 A7700356 A7700331

Kuliner

Oleh oleh

Saat pertama melihat referensi makanan dan oleh-oleh khas Palu, tertulis salah satunya adalah Bawang Goreng ...
Apaaa ...?? Bawang Goreng ...??  apa yang spesial dari bawang goreng sehingga jadi icon oleh-oleh kota Palu ..?
Akhirnya menjawab rasa penasaran saya, maka saya coba bawang goreng kota Palu .... dan ... Woww ..
Bawang goreng kota palu saat dimakan sangat sangat renyah .. seakan kita memakan emping melinjo .. kreeessss .. sensasi renyah ini tidak bisa didapat dari bawang goreng dari tempat lain ... katanya sih jenis bawang gorengnya adalah bawang merah batu ..