Kita berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta (CGK) jam 22:05 dengan menggunakan KE-628 Boeing 777-ER dan tiba di Incheon (ICN) Seoul jam 07:10 pagi. Tidak salah kalau pelayanan Korean Airlines disebut diatas SQ, pelayanan yang sangat ramah, makan dan minum yang mengalir terus, walau jam menunjukan sudah larut malam atau pagi.
Udara masih berkabut di Incheon, aktifitas masih longgar, pelayanan imigrasi dan custom sangat ramah tidak terkesan ketat, tetapi saya tetap melihat Body Scan IR yang bisa memantau panas tubuh penumpang dlm mengantisipasi wabah flu burung dan flu babi.

Yangju – MBC Studio. daejanggeum

Acara langsung dikebut, ke Yangju, disana kita menuju MBC Studio, tempat pembuat Sinetron yang paling di gandrungi para ibu-ibu yaitu Daejanggeum Inara – Jewel in the Palace. Daejanggeum adalah cerita tentang dokter wanita pertama di Korea, yang berasal dari koki istana, tetapi karena kepandaiannya dia belajar ilmu kedokteran.
MBC ini adalah studio alam, sehingga di buat setting istana, setting pedesaan lengkap dengan penduduknya menggunakan pakaian tradisional.
Bunga dan Bunda sempat menggunakan pakaian tradisional Korea Selatan yaitu Hanbok

Naminara Island / Namiseom
Terletak di Chuncheon, Gangwon, sebenarnya ini bukan sebuah pulau di tengah laut, tetapi ini adalah pulau di tengah sungai.
Naminara Island atau biasa disebut Nami Island Ini adalah tempat dimana Sinetron Winter Sonata dengan bintangnya yang guanteng Bae Yong Juoon dilakukan, walaupun sinetron itu bukan favorit saya, tetapi tempat tersebut tetaplah sangat indah dan romantis/. Setelah menyeberang dengan menggunakan Feri +- 1- menit, maka kita tiba di Naminara Island. Saya sangat menikmati pemandangan jalan yg lurus Metasequoia ( jalan yg berhamparan batubata yang hancur dgn pohon pike dikiri kanannya).
Yang pasti nuansa romantis sangat kuat di Naminara ini. Makan siang pertama adalah Dakgalbi / Bulgogi dengan daging ayam, daging ayam dipotong bersama tulang, dipanggang dgn arang dan dimakan dengan daun salada (perilla), dan ada toping bawang putih segar (mentah). Terus terang makanan ini luar biasa enaknya, kombinasi barbeque dengan salad yang sangat kompak.

Phoenix Park Resort. Kangwon,
Pegunungan Taegisan. Ini adalah resort untuk bermain ski, tetapi kita datang pas musin panas, jadi yang ada adalah taman Bunga. Sangat Indah pemandangannya, kita ke puncak dengan menggunakan cable car. Sepanjang bukit, bunga-bunga tumbuh sangat indah, tapi walaupun turun dari bukit, terasa juga kaki sangat cape.
Malam hari kita makan Bulgogi, makan daging dengan sayur dan bawang putih.. Menginap di Pheonix Park Hotel
Hotel ini lucu, pegawainya dikit banget, mungkin karena gajinya gede sehingga di hemat pagawainya. Sepanjang koridor hotel kita ada dispenser air putih, sehingga untuk minum air putih kita harus ngambil sendiri.
Dan di hotel engga ada jaringan internet (aku agak bingung juga sama hotel ini), pas aku tanya sama pegawainya di front office, ehh ternyata engga bisa bahasa Inggris, kedubraaakkk bingung deh cara berkomunikasinya...

Setelah makan pagi kami diajak kearena ofroad ATV, heheee. lucu juga semua peserta ikut kebut-kebutan dengan ATV, tua dan muda mencoba dan banyak kejadian lucu di arena ini .

Everland Theme Park,
Disneyland nya orang Korea,.
Everland ini dibuat oleh perusahaan multinasional SAMSUNG, kalau orang Korea sendiri nyebutnya Ja Yeon Nong Won tapi kalau slank Kora disebut Ebeorandeu. Sebenarnya aku pingin naik T Express (Halilintarnya Everland), tapi suasana hujan deras membuat wahana itu ditutup. Tapi cukup puaslah dengan hanya jalan-jalan dan nyobain Caribbean Wild River ber arum jeram dan ber basah-basah.

Hari ke 3 & 4 & 5 Setelah di luar kota, kita masuk ke kota Seoul. Banyak sekali yang kita datangi, seperti Kyong Bok Palace, Istana Presiden “Presidential Blue House”, Nasional Folk Museum, Juga kita mengunjungi Museum Ginseng, Amethys Factory ( batu mulia ), juga kita belajar bikin Kimchi. Pergi juga ke DongDaemun Market, ke Myong Dong Market.

 

Catatan Lain : Apa sih yang kami dapatkan di Korea .. ? Yang pasti budaya bersihnya luar biasa, tertib lalu lintasnya juga hebring. Makanan yang aku suka adalah Dakgalbi, kalau Kimchi kurang aku suka karena kecut. Tapi hati-hati bagi yang muslim, karena Mac Donaldnya ada yang dari daging Babi .., juga aku lihat orang Korea tidak suka berbahasa Inggris, saat di hotel di Phoenix Park, frontoffice officer nya engga bisa bahasa Inggris, dan koneksi WiFi mesti bayar, bayangkan di Indonesia rata-rata hotel jaringan WiFinya gratis..