DSC 0089Gara-gara masuk angin saya diminta teman-teman dokter untuk memeriksa jantung saya.
Hanya Prefentive katanya ... karena bahasa tubuh untuk keringat dingin dan masuk angin adalah gejala ada masalah di jantung ..
Oke nasehat para sahabat tentunnya harus kita dengar, dan ini menjadikan untuk pertama kalinya saya masuk ke RS Siloam Balikpapan. Sebenarnya dulu pernah untuk treadmill untuk MCU tapi merasakan RS Siloam Balikpapan secara serius baru sekarang ..

Dr. Rohadi dokter kantor mengirim saya untuk melakukan MSCT.
MSCT atau Multi Slice Computer Tomography ... bahasa orang awam adalah, alat X-Ray yang dikombinasikan dengan Computer, pemotretan dilakukan banyak sekali dan digabung menjadi satu ..
Jadi dalam sekali pemeriksaan gambar jantung dan pembuluh darah dapat dilihat dengan sangat jelas untuk membantu dokter menganalisa jantung kita ..

Sebelum ke RS, saya dapat pesan agar berpuasa sebelum di MSCT, tujuannya adalah agar jantung lebih santai, jadi jangan minum kopi, krating daeng apalagi miras dan jangan makan sate kambing sebelumnya bisa kacau nanti ...

Masuk ke RS Siloam Balikpapan, sangat menyenangkan kecuali tempat parkirnya yang rusak ... (hehehehe).
Staff penerima pasien menggunakan blazer seperti di Hotel saja, dengan ramah menerima dan memberikan pengarahan kemana kita akan menuju ...
Diawal kedatangan di ruang Radiologi saya sudah disambut dengan ramah oleh para perawat radiologi dan dibantu untuk memasangkan abocath ke vena saya ... Karena Abocath yang dipasang harus ukuran 16 alias ukuran gede untuk memasukkan banyak cairan kontras ke vena saya dan dikombinasikan dengan vena saya manja alias sulit didapat, membuat hampir seluruh perawat mencoba mencari vena tersebut, termasuk dr Santoso Sps Rad yang mencoba secara aktif membantu para perawat tersebut ..
Masih sulit akhirnya mereka minta bantuan team operasi (bedah) para dokter spesialis anastesi untuk membantu memasang Abocath tersebut ...
Yang ingin saya sampaikan adalah antusias dan jiwa melayani dari semua staff dokter dan perawat sangat luar biasa dan tidak terlihat dibuat-buat atau terlihat terpaksa.. dr Agung Sps Anastesi dan satu lagi dr anastesi (saya lupa namanya) tidak mengenal lelah sampai jongkok-jongkok mencari tempat yang baik untuk memasang Abocath tersebut .. Jadi dalam ruang Operation Theather ada 2 orang dr spesialis anastesi dan 3 perawat yang membantu memasang Abocath... Hal simple dengan team effort yang luar biasa ...

Setelah pemasangan Abocath selesai baru proses MSCT dimulai, sekali lagi dr Santoso secara gamblang menceritakan prosesnya. Penyampaian yang jujur dan agak mengerikan membuat saya lebih siap untuk menjalankan prosesnya ...
Pada saat pemotretan, dimasukan cairan kontras kedalam darah kita, sehingga hasil yang didapat akan lebih bagus ..
Prosesnya hanya 5 mnt sampai 10 menit, kita diminta menahan nafas sebentar dipotret sekitar 2 detik dan kembali bernafas seperti biasa ...
Sebelum pemotretan kita diberi obat untuk membuat jantung berdetak lebih lambat, karena denyut jantung yang lambat membuat proses pemotretan lebih bagus ...
Selesai semua proses, dr Santoso mengajak saya melihat hasilnya, dengan ramah beliau menerangkan hasil SCMT saya dan disampaikan jantung saya baik saja ... ada sedikit pengapuran hanya 1% dan itu paralel dengan usia ..
Alhamdulillan ...