Pasar Terapung, memang object yang kita ingin kunjungi sudah sejak lama sekali.
Pasar ini berada di Sungai Barito, dimana transaksi jual beli masih bersifat barter antara para penjual dan pembeli, dan semuanya menggunakan perahu dayung.

Berangkat sebelum subuh dari Hotel Victoria, menyusuri sungai Kuin, kami langsung menuju Pasar Terapung.
Berbekal camera pocket (jadi harap maklum kalau hasil photo kurang memuaskan), saya menemukan sebuah budaya masyarakat yang hidup dari aliran sungai.
Kegiatan mandi, cuci, transportasi semuanya menggunakan sungai.

Sangat luar biasa sekali sunrise di sungai Barito, dibarengi dengan banyaknya perahu yang hilir dan mudik saling berjualan.
Untuk sarapan pagi, kami sempatkan makan di tengah sungai dengan warung dari perahu.
Menunya apalagi kalau bukan Soto Banjar.