peta trans kalimantanPerjalanan kali ini adalah untuk memenuhi undangan dari Kak Ucan yang menikahkan putri bungsunya Ami di Kandangan Kalimantan Selatan dan sekaligus menengok Mamak Inoer adik dari ibu mertuaku yang sedang sakit di Palangkaraya Kalimantan Tengah.
Perjalanan ini sudah kami design jauh sebelumnya dengan bantuan MapSource Garmin untuk menghitung jarak dan perkiraan waktu tempuh (thanks to Garmin), dan dari perhitungan kami perjalanan ini menempuh jarak 1450 km melewati 3 Provinsi.
Routenya adalah sebagai berikut,

  1. Balikpapan - Kandangan - Loksado : Tgl 08 Oktober 2010 berangkat jam 20:00 wita dan tiba pk 07:00 pagi.
  2. Kandangan - Martapura - Banjarmasin - Palangkaraya : Tgl 10 Oktober 2010 jam 13:00 dan tiba jam 20:00
  3. Palangkaraya - Buntok - Tanjung - Balikpapan : Tgl 11 Oktober 2010 jam 13:00 dan tiba jam 07:00 pagi

tabelperjalanan2

Diatas adalah tabel jarak dan waktu yang saya buat berdasarkan GARMIN Map, waktu diambil jika kecepatan rata-rata kita adalah 60 km/jam, berdasarkan pengalam saya untuk jarak diatas 100 km saya selalu menambahkan 15 menit sampai 30 menit dan dalam tabel ini kota Tanjung ada 2, karena Tanjung yang terakhir adalah rute dari Palangkaraya - Buntok - Tanjung, sehingga untuk tidak membingungkan formulasi yang saya buat di Excell.

Kembali dari Palangkaraya ke Balikpapan memiliki 2 alternatif pulang, yaitu kembali melalui jalan saat kami berangkat atau potong jalur tengah melalui medan yang baru saja selesai di bangun. Info pertama kami dapatkan dari tetangga kami yang mengatakan perjalanan dapat menghemat waktu sampai 3 jam, dan info berikutnya kami dapatkan dari keluarga kami di Palangkaraya bahwa jalan alternatif ke 2 dapat dilalui.

Inilah photo saat keberangkatan kami, pemandangan malam kota Balikpapan dengan refenery Pertamina dan juga pelabuhan Fery di Balikapapan dan Penajam, juga foto saat kami membeli bensin eceran di Tanjung, karena SPBU semua dalam keadaan habis, 

Tiba pagi hari di Kandangan tentunya wajib kami mampir di tempat makan yang menjadi ciri khas wisata kuliner di Kandangan yaitu Ketupat Kandangan.
Ketupat Kandangan adalah Ketupat dengan kuah santan, tapi yang spesial dan tidak ada di tempat lain adalah, lauknya adalah ikan Haruan (keluarga ikan gurame khas Kalimantan Selatan) yang di asap. Nah di asap itulah yang membuat rasa ikan ini menjadi sangat unik.

Setelah kami mampir sebentar ke tempat kak Ucan, kami langsung menuju Loksado untuk merasakan Rafting bambu di sungai Amandit, semua kegiatan rafitng bisa di lihat disini.DSC06203

Masih banyak spot wisata yang belum kami kunjungi di Loksado, seperti Air Terjun Haratai, Hutan Angrek dan Desa Budaya Dayak Meratus, semoga saja tahun depan bisa kami kunjungi.

Perjalan hari berikutnya di awali dengan datang ke resepsi pernikahan Amie
Dan langsung kami menuju Martapura untuk membeli oleh-oleh karena kami tidak akan melewati Kandangan saat kembali. Di Kandangan oleh-olehnya tentu saja Dodol Kandangan yang sangat terkenal itu, juga kacang goreng.
Melanjutkan perjalanan kami mampir ke Martapura untuk kembali membeli oleh-oleh ikat berbaris dan beberapa tambahan logistik buah-buahan untuk di perjalanan.

Martapura sendiri adalah kota Intan Berlian, karena sebagaian masyarakatnya adalah pendulang Intan dan pengasah batu intan. Sehingga batu intan disini adalah hal yang biasa. Didalam dompet seorang yang sangat sederhana kadang berisi beberapa berlian yang harganya bisa ratusan juta.

 Makan siang sudah di tentukan di RM Itik Panggang Swarga, ini adalah masakan khas dari Amuntai yang ada di Banjar Baru.

Di Palangkaraya kami langsung menengok Mamak Inoer, dan jam 22:00 kami memutuskan untuk segera ke Penginapan yang terdekat untuk beristirahat

DSC06607DSC06612DSC06650

Inilah saatnya pulang ....
Setelah menggali informasi dari paman Syukur, dan beberapa warga Palangkaraya, akhirnya kami memutuskan pulang lewat Buntok dan tembus ke Tanjung.
Memang perjalanan ini memangkas waktu yang cukup signifikan hampir 4 jam kita bisa menghemat perjalanan, sehingga dari Tanjung langsung kami memutuskan untuk kembali ke Balikpapan

 Jalan dari Palangkaraya Buntok sangat mulus, dengan aspal hotmix membuat XeXi dapat melaju hingga kecepatan 100 km/jam, menjelang Buntok baru ada beberapa jalan yang sedang dalam proses pengerasan Sirtu (Pasir Batu), mungkin +/- 5 km saja. Jalan kecil seakan seperti higway karena kita hanya sendirian saja sepanjang perjalanan itu. Target sampai Tanjung terpenuhi hanya sekitar 6 jam perjalanan.