Memburu Matahari,
Kali ini kami 4 sekawan + 1 adik seperguruan yaitu Saya sendiri (Erry- Alpharian), Pak Siswo (TPC), Pak Indra (Photonesia), Pak Sugeng (Lentera) dan Pak Hamdi mengerjar matahari ke Biduk Biduk di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Perjalanan diawali oleh team Balikpapan berangkat dari Bandara Sepinggan menuju Bandara Kalimarau di Berau dengan menggunakan Garuda. Perjalanan hanya menempuh waktu 40 menit dan tiba di Berau jam 15:00.
Pak Sugeng dan Pak Hamdi jauh-jauh dari Tanjung Selor (KalTara) Bulungan nyetir ke Berau (sekitar 2 jam) hanya untuk menjemput kami, luar biasa ....
Istirahat sebentar dan jam 4:00 sore  kita langsung berangkat ke Biduk-Biduk


Perjalanan dari Kalimarau ke Biduk Biduk lumayan jauh sekitar 260 km, menurut teori membutuhkan waktu sekitar 6 jam (termasuk istirahat makan), dan kami berhenti sekitar 30 menit di Talisayan untuk istirahat dan isi bensin.
Jalan ke Biduk Biduk sebenarnya semua sudah beraspal, hanya selalu ada perangkap batman setiap 100 meter, baik itu lubang besar atau kecil atau jalan yang terkelupas.
Jam 11:00 malam kami sudah tiba di Biduk Biduk. Udara bagus, rencananya mau motret milkyway, tapi sayang banyak awan sehingga kita putuskan istirahat saja

Di Desa Labuan Kelambu kami menginap di Afariz Homestay, penginapan seperti rumah saja. Tapi keistimewaannya adalah air mandinya segar banget, bersihnya luar biasa dan masakan ibunya sangat-sangat uenak banget ...
Pagi-pagi setelah subuh langsung kami menyusuri pantai untuk mencari object sunrise yang bagus .... hasilnya bisa dilihat dibawah


Pantai biduk-biduk adalah pantai dengan nyiur melambai .... pohon kelapa sepanjang garis pantai, pantai yang bersih dan bening sangat luar biasa ...
Disini waktu terasa sangat lambat, penduduk berjalan di pagi hari dengan ramah memberikan senyumnya ... anak-anak berangkat sekolah dengan pickup beramai-ramai ..
Selain bermain di sekitar pantai dan teluk Sulaiman, kami juga pergi ke Danau Labuan Cermin, Pulau Lembang dan pergi ke air terjun.

Danau/Pantai Labuan Cermin, habis kata-kata untuk mengagumi keindahannya. Airnya beniiiinnggg banget ... semua yang didasar danau kelihatan ....
Sebenarnya kami agak kecewa karena kami datang bersama para wisatawan lain, sehingga jika ingin memotret dengan lensa lebar, pasti ada object lain yang masuk ... tapi itulah seninya, akhirnya kami putuskan kami juga ikut main air, alias berenang ....

Ada kesedihan saat hari terakhir di sini.
Nyiur melambai, seakan tidak ingin melepas kami ....
Semoga keindahan ini bisa dijaga oleh masyarakat biduk-biduk sehingga anak cucu mereka masih bisa melihat keindahan ini kelak