Selesai tarung rubik di Plaza Mulia Samarinda, kami langsung menuju ke desa Pampang.
Desa budaya ini sudah lama kami ingin kunjungi karena disini kita bisa melihat budaya dayak yang menurut saya sangat eksotis.

Oke deh, sejarahnya dulu
Penduduk Desa Pampang adalah warga suku Dayak Kenyah. pada awalnya tinggal di daerah Apokayan di Kutai Barat.
Mereka memiliki tradisi membuka ladang dan selalu berpindah jika ladang yang ada disara sudah tidak subur lagi. Nah dalam perjalanannya sebagai suku yang suka berpindah-pindah, sampailah mereka di desa Sungai Sering di Samarinda. Oleh Pemerintah Daerah, mereka di beri pandangan baru bahwa hidup berpindah-pindah sangat tidak baik untuk perkembangan komunitas mereka, sehingga akhirnya mereka menetap di Sungai Sering dan menamakan desa mereka sebagai Desa Pampang

Sangat disayangkan kami datang agak sedikit terlambat dan di akhir acara hujan lebat turun, sehingga kami tidak dapat mengambil banyak gambar
Padahal ada beberapa kegiatan yang bisa kami ikuti, seperti berpakaian adat, dan mencari asesoris warga suku dayak Kenyah ini.

Ada sedikit catatan, yaitu warga suku dayak ini sudah sangat komersial, untuk memotret ada harganya, jadi kita harus pandai-pandai menawar kepada mereka.
Biasanya anak kecil akan meminta sekali potret Rp 20.000,- tapi semua itu tergantung kepandaian kita berkomunikasi dengan mereka
Ada foto kecil yang lucu yang saya ambil di Desa Pampang, silahkan dilihat